Senin, 24 Maret 2014

Ayam Kampung Kremes Burangkeng

Anda penggemar kuliner khususnya Ayam Kampung insya Allah akan tertarik dengan produk yang dikeluarkan langsung dari peternakan asli berikut ini. Produk yang diolah dari ayam kampung asli langsung daripeternakan dengan pola pemeliharaan yang intensif dan alami.

Setiap hari ada 200 ekor ayam yang disembelih secara profesional dan tersertifikat HALAL MUI No. 01024003260812. Kemudian dimasak ungkep bersama bumbu selama kurang lebih 3 jam, setelah itu ditiriskan dan dikemas vacuum beserta sambelnya. Proses mulai dari sembelihan sampai dengan memasak dan packaging dilakukan kurang lebih 6jam.

Sehingga produk yang sampai kepada pelanggan selalu dapat dinikmati secara alami dan segar.

   

Anda tidak perlu keluar rumah dalam berkuliner, cukup di rumah saja, goreng sendiri sajikan hangat-hangat dengan ditaburi kremesan diatasnya. harga hemat karena langsung dari peternakan. 

Pemesanan Ayam Kampung Kremes Burangkeng silakan hubungi saya : Yani Pitono - 0811 866 882 (call/sms/whatsapp/telegram)

Berikut tampilan gambar dari teman-teman yg sudah membeli produk ini :

Read More...

Selasa, 03 September 2013

Sepeda Listrik di Cikarang

Telah ditemukan sepeda listrik pertama di Cikarang !!

mungkin itu setidaknya pendapat yg salah kaprah ... kenapa tidak?

agak susah kalo dibilang pertama.karena memang saya juga tidak tahu siapa saja yg sudah pakai sepeda model gini ini... tapi kalo bukan yg pertama, kok masih aja banyak yg heran setelah saya 3 minggu ini muter-muter bolak-balik dari rumah ke kantor naik sepeda ini.

Berbekal sepeda bekas warisan dari mantan ketua CBC ke-3 Om Rivaldi yg sudah menjelajah 10ribuan km lebih, berikut telah saya modifikasi sepeda itu dengan menambahkan wheel set motor listrik 700watt ditambah dengan baterai Lead Acid 48volt (10Ah) beserta unit controller dan kabel-kabelnya.

Dengan sedikit modifikasi digerinda As sumbu dari wheel set yg akhirnya bisa duduk pada tumpuannya di belakang. Rem pun juga di ganti dengan set baru agar lebih aman, meski di dalam tuas rem sudah ada tombol pemutus arus saat pengereman dilakukan.

Hal yg paling memberatkan adalah bateray. Berat baterai bisa diperkirakan sebesar 40kg. sangat berat bila diangkat dengan satu tangan ... cukup wajar karena bukan terbuat dari lithium.
Akibat berat baterai ini, menyebabkan titik massa dari sepeda keseluruhan berubah agak mundur. Ibarat portal, ban depan sepeda akan sangat mudah diangkat ke atas. so... awas hati-hati tanjakan.

Itulah kisah perakitan sepeda listrik di Cikarang (CBC).

Memang berbeda orang berbeda juga kesan yg muncul disetiap orang. Setidaknya tercatat dan tersirat berikut ini gambarannya disaat mereka melihat penampilan sepeda listrik ini:
"wah curang nih... gak kringetan"
"wow asyiik juga.."
"enak ya, bisa irit bensin.."
"wah... baru tahu saya"
"beli dimana pak? kok bisa?"
dan lain-lain.
"awet gak pak? sy mau tahu nih berapa lama?"

ya itulah sekilas tentang sepeda listrik, seperti biasa, hal baru selalu ada pro kontra. Masalah pro kontra masih belum perlu yg penting sepeda ini harus terus melaju terus ... karena sudah dibeli dan belum lunas ... he..he..

Mudah2an bermanfaat..

Wassalam,
YP

Read More...

Rabu, 23 Januari 2013

Apakah kamu gila?

Bagaimana bila ada seseorang yg berkata kepada Anda dgn tiba-tiba dengan kalimat sesuai judul di atas?
"Apakah kamu gila?"

Anda pasti akan tersontak mendengar perkataan demikian. Emosi akan muncul, karena ada yg berkata seperti itu.

Tapi lihat bagaimana cerita tentang Tabiin yang juga merupakan khalifah yaitu Umar bin Abdul Azis radhiallahuanhu seperti berikut ini :

-----

Di suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz radhiallahuanhu memasuki masjid. Dia melewati seseorang yang sedang tidur. Umar tersandung oleh tubuhnya.

Lalu orang itu berkata:" Apakah kamu gila?" Umar menjawab:"tidak."

Akan tetapi pengawal Umar tidak terima. Mereka hendak menangkap orang tersebut, tapi Umar berkata:"Tidak perlu. Dia cuma bertanya apakah aku gila? Dan aku sudah menjawab , "tidak."

-----

Read More...

Minggu, 17 April 2011

Kunduren

Kata "kunduren" adalah salah satu kata dalam istilah jawa yang susah utk dibahasa Indonesiakan. Secara panjang istilah "kunduren" bermakna kena tabrak kendaraan/orang yang sedang berjalan mundur.

Susah memang mencari padanan katanya, meski buka-buka kamus Indonesia karangan JS Badudu yg terkenal itu.

Ya begitulah, tapi saya tidak berpanjanglebar tentang istilah itu dari sisi padanan katanya.

"Kunduren" adalah posisi yg sangat membahayakan sekali dalam berkendara, terutama untuk obyek-obyek yang sangat rendah seperti anak-anak kecil, kucing, dan lain-lain yang tidak terlihat oleh kaca spion saat kita mundur dalam berkendara.

Oleh karena itu ada salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam berkendaraan saat memundurkannya. Yaitu dengan teknologi kamera yg dipasang dibelakang dan layar monitor yg terhubung dgn monitor VCD / tape mobil.
Saat persneling gigi mundur dimasukkan signal kamera pun akan mensiarkan secara lokal suasana bagian belakang mobil ke layar monitor, sehingga bila ada sesuatu atau anak kecil dibelakang mobil bisa terlihat. Ini dapat menghindari "kunduren" yg tidak diinginkan.

Di negara yg maju seperti Amerika dan Jerman, perlengkapan kamera dibelakang ini sudah menjadi bagian dari standard keamanan sebuah kendaraan mobil. Dan bahkan beberapa wilayah hukum sudah mencoba utk dijadikan undang-undang keselamatan wajib menggunakan kamera belakang.

Di negara kita masih belum populer menggunakan kamera belakang tsb. Hanya beberapa merk dan type mobil saja sudah mengunakannya.

Oleh karena itu, bila kita tidak ingin terjadi peristiwa yang mengakibatkan anak-anak kecil "kunduren" sebaiknya kamera ini diterapkan, atau bila belum mampu .... ya lebih berhati-hati saat mundur.

Salam safety ride.

(Gambar terlampir adalah salah satu perlengkapan terbaru dari salah satu mobil di indonesia)


Read More...

Kamis, 07 April 2011

Mereka adalah Sahabat

Buku ini dulu saya beli saat acara Islamic Book Fair - Maret 2011 lalu.

Buku sangat patut disimak, diresapi dan diteladani. Menyajikan secara apik sejarah para sahabat Rasulullah SAW, dimana beberapa kisah-kisah tsb disertai peristiwa-peristiwa unik yang terjadi pada masing-masing mereka.

Siapakah para sahabat ini? Apa saja yang telah mereka perbuat semasa hidup mereka, apa kontribusi mereka untuk Islam sehingga Allah SWT dan Rasul-Nya begitu tegas menorehkan tinta emas untuk sejarah kehidupan mereka dalam ayat-Nya dan hadis-hadis rasul?

Perhatikan firman Allah SWT sbb :
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. " (QS. At-Taubah :100).

Perhatikan juga hadist Rasulullah SAW sbb:
"Janganlah kalian mencela para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, jika salah seorang di antara kalian menafkahkan emas sebesar bukit Uhud, itu belum menandingi satu mud dari pencapaian mereka bahkan setengah mud pun belum." (Muttafaq 'alaih)

Jadi tertarik kan?
Ayo kita simak satu persatu kisah mereka para sahabat.

(YP)


Read More...

Senin, 23 November 2009

Kisah Untuk Anak Muslim: Syaithon Pencuri Zakat



Pada suatu hari Abu Hurairah ditugaskan oleh Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam untuk menjaga zakat ramadhan atau yang dikenal dengan zakat fitrah.

Hingga suatu malam, ada seseorang yang mengendap-endap mencuri segenggam makanan. Maka Abu Hurairah segera menangkapnya seraya mengancam, "Nanti akan kulaporkan engkau kepada Rasulullah." Orang itu menjawab, "Sesungguhnya aku adalah orang yang sangat membutuhkan, karena aku mempunyai tanggungan keluarga." Abu Hurairah akhirnya melepaskan orang tersebut.

Esok harinya, Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah, "Apa yang diperbuat oleh tawananmu semalam?" Jawab Abu Hurairah,"Ya Rasulullah, ia mengatakan sangat butuh, karena mempunyai tanggungan keluarga. Maka aku merasa kasihan, lalu kubiarkan dia pergi."

Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya orang itu membohongimu. Ia pasti akan kembali lagi."

Berita dari Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam pastilah benar. Ternyata, pada malam harinya pencuri itu kembali beraksi.

Orang itu mengambil segenggam makanan. Abu Hurairah mengintainya dan segera menangkapnya. Abu Hurairah mengancam lagi, "Nanti engkau akan aku laporkan kepada Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam." Orang itu beralasan seperti semula dan berjanji tidak akan mengulanginya. Akhirnya Abu Hurairah kembali melepaskannya karena kasihan.

Keesokan harinya, Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Hurairah, "Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu semalam?". Kembali Abu Hurairah menjawab seperti kemarin. Dan Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Sebenarnya ia dusta dan ia akan kembali kepadamu."

Untuk ketiga kalinya Abu Hurairah mengintainya dan memang benar orang itu datang kembali lalu mengambil segenggam makanan.

Segera Abu Hurairah menangkapnya seraya berkata, "Engkau pasti aku adukan kepada Rasulullah. Inilah yang ketiga kalinya engkau mengatakan tidak akan kembali, tetapi nyatanya engkau tetap kembali." Orang itu berkata, "Lepaskan aku, nanti aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Allah akan memberimu manfaat bila engkau membacanya."

Abu Hurairah lantas bertanya, "Apa kalimat itu?"
Jawabnya, "Apabila engkau hendak tidur bacalah ayat kursi (QS. Al-Baqarah:255). Maka Allah akan senantiasa menjagamu, sedang syaithon tidak akan mendekatimu sampai pagi." Setelah itu dibiarkannya orang itu pergi.

Keesokan harinya, Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu semalam?" Abu Hurairah menjawab, "Ya Rasulullah, dia mengajariku beberapa kalimat yang katanya Allah akan memberi manfaat bila seseorang membacanya. Karena itu aku melepaskannya."

Beliau bertanya, "Kalimat apakah itu?" Abu Hurairah menjawab, "Ia mengatakan kepadaku apabila engkau hendak tidur bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. Engkau akan senantiasa dalam penjagaan Allah dan syaithon tidak akan mendekatimu sampai pagi."

Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam kemudian bersabda, "Sesungguhnya kali ini ia benar. Padahal ia sangat pendusta. Wahai Abu Hurairah, tahukah engkau dengan siapa engkau bercakap-cakap selama tiga malam berturut-turut?" Jawab Abu Hurairah, "Tidak." Rasulullah shollallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Dia adalah syaithon."
____________________________________________
(sumber:Hadist Riwayat Al-Bukhori No. 2187, 3101, 4723)
dikutip dari buku Kisah-kisah Pilihan Untuk Anak Muslim seri ke-1 diterbitkan oleh Darul Ilmi, Sleman Yogyakarta.

ayat kursi (QS. Al-Baqarah:255):


Read More...

Senin, 09 November 2009

Masuk Neraka karena Lalat


Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.”

Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah ?”

Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati daerah suatu kaum yang memiliki arca. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban sesuatu untuk arca tersebut.
Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.”
Maka dia menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.”
Maka mereka mengatakan, “berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.”
Maka dia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah dia masuk neraka.

Dan mereka juga mengatakan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.”
Dia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.”
Maka mereka pun memenggal lehernya, dan karena itulah dia masuk surga.”

(HR. Ahmad di dalam az-Zuhd (15,16), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (1/203) dari Thariq bin Syihab dari Salman al-Farisi radhiyallahu’anhu secara mauquf dengan sanad shahih, dinukil dari al-Jadiid, hal. 109)

Read More...

Sabtu, 07 November 2009

Kisah Untuk Anak Muslim: Tiga Orang Yang Diseret Ke Neraka


Tiga Orang Yang Diseret Ke Neraka

Pada hari kiamat nanti dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam peperangan fii sabilillah. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya.

Selanjutnya dia ditanya, Apa yang telah engkau perbuat di dunia?
Ia menjawab, "Aku telah berperang demi Engkau (Allah) hingga aku terbunuh."
Allah berkata,"Bohong! Engkau berperang bukan karena Aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh."
Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.



Kemudian didatangkan orang yang kedua, yaitu seorang laki-laki yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu, dan senantiasa mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain.

Lalu dia ditanya, "Apa yang telah engkau kerjakan?"
Dia menjawab,"Aku mempelajari berbagai ilmu dan mengajarkannya kembali kepada orang lain, dan aku juga sering membaca Al-Qur'an karena-Mu."
Allah menjawab, "Bohong! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al-Qur'anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan 'alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al-Qur'anmu juga bukan karena Aku, tetapi agar engkau diberi gelar Qori'. Itu telah engkau raih." Akhirnya ia juga diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.



Kemudian dihadirkan orang ketiga. Yaitu seorang laki-laki yang diberi kelapangan hidup dan berbagai jenis harta kekayaan. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya.

Lantas ia ditanya, "Apa yang telah engkau lakukan?"
Aku telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan yang Engkau sukai dan semuanya karena-Mu." jawabnya.
Allah berkata, "Bohong! Engkau melakukan itu agar dikatakan dermawan. Dan itu telah engkau peroleh."
Akhirnya dengan wajah tersungkur dia juga diseret ke neraka.



____________________________________________
(sumber:Hadist Abu Hurairah, riwayat Muslim No. 1905)
dikutip dari buku Kisah-kisah Pilihan Untuk Anak Muslim seri ke-1 diterbitkan oleh Darul Ilmi, Sleman Yogyakarta.

Demikianlah akibat dari amalan yang tidak ikhlas, pelakunya tidak mendapat manfaat dari amalannya bahkan mendapat adzab yang pedih. Oleh karena itu hendaknya kita menjaga amal agar selalu ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam

Read More...