Senin, 10 Desember 2007

Wawancaraku .....


Berikut ini wawancaraku dengan Papa dan Mama seputar kelahiran adik bayi kami:

Aisyah : "Papa, adiknya lahirnya gimana?"
Papa : "Alhamdulillah, lahirnya normal dan sehat. Semuanya lancar, Allah sudah beri kita semua kelancaran dan kesehatan. Mamapun juga sehat. Lahirnya pukul 13:41WIB (8 Desember 2007)tadi siang"

Aisyah : "Trus adik bayinya beratnya berapa pa?"
Papa : "Adik kamu laki-laki, beratnya 3kg, panjangnya 47cm"

Aisyah :"Dikasih nama siapa Pa?
Papa :"Papa dan Mama kasih nama Ibrahim Akmal Wijaya"

Aisyah :"Kenapa dikasih nama Ibrahim Akmal Wijaya? bukan Bambang Riyanto Pa?
Papa :"Ah ... kamu selalu ada-ada saja pake nama Bambang Riyanto, dapat ide dari mana nama itu?

Aisyah :"Ya ... aku sih bisa-bisa aku aja."
Papa :"Nama yang diberikan Papa dan Mama biasanya memberikan arti tersendiri buat adik. Papa dan Mama sepakat untuk memberi nama Ibrahim Akmal Wijaya pun ada maksudnya juga."

Aisyah :"Apa Pa maksud namanya?"
Papa :"Ibrahim itu adalah Bapaknya para Nabi, Nabi Ibrahim itu terkenal sebagai bapaknya orang-orang sholeh dan taat kepada Allah. Papa berharap kepada Allah agar anak-anak dan keturunan Papa Mama menjadi anak-anak yang sholeh seperti Nabi Ibrahim dan keturunannya."

Aisyah :"Lalu Akmal itu apa Pa?"
Papa :"Akmal itu usulannya Mama, coba kamu tanya Mama."

Aisyah :"Gimana ma? Akmal itu apa Ma?
Mama :"Akmal itu artinya sebagai pelengkap (penyempurna), Mama ingin bersyukur kepada Allah karena telah dilengkapi keluarga kita dengan anak laki-laki. Jadi Mama berharap agar keluarga kita menjadi keluarga yang sempurna, dikaruniai rahmat Allah bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrohmah. gitu"

Aisyah :"Oh.. gitu ya Ma. Lalu Papa, nama yang terakhir itu apa Pa?"
Papa :"Nama yang terakhir itu, Papa ambil dari nama almarhum Kung kamu yaitu Alm. Soeyatno Hadiwijaya. Papa ambil Wijaya nya saja."

Aisyah :"Kenapa Pa?"
Papa :"Papa masih teringat akan kebaikan Almarhum Kung Yatno selama hidup kepada Papa. Jadi Papa ingin mengenang kebaikannya, karena di saat sakitnya Kung, Papa tidak sempat menemaninya."
(Papa agak sedikit berkaca-kaca matanya)

Aisyah :"O.. gitu ya Pa? Jadi adikku sekarang namanya Ibrahim Akmal Wijaya, bukan Bambang Riyanto yah?"
Papa :"Iya ... akh kamu jangan ngarang-ngarang lagi deh sebelum Papa dan Mama kasih tahu."

Aisyah :"Pa ... kenapa adik Ibrahim ini lahirnya di klinik bidan sini Pa? bukan di Rumah Sakit seperti saat aku dan Azizah lahir?
Papa :"Pertama, Rumah sakit tempat kamu lahir itu sekarang sudah jauh lokasinya bagi Papa dan Mama. Papa inginnya yang dekat-dekat sini saja. Lagipula kan Mamamu sudah konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum ke klinik bidan ini."

Aisyah :"Trus yang kedua apa pa?"
Papa :"Kedua, Jatah reimburs berobat Papa november lalu sudah habis. Kalau melahirkan di rumah sakit bisa mahal, tapi di klinik ini bisa lebih murah."

Aisyah :"Trus apalagi Pa"
Papa :"Biasanya Pemimpin/ulama besar itu lahirnya di tangan seorang Bidan. Mudah-mudahan adikmu ini dijadikan Allah pemimpin yang baik dan sholeh. Karena dia laki-laki, kan anak laki-laki itu takdirnya jadi pemimpin. Minimal keluarganya. Gitu...sudah ah, itu aja"

Aisyah :"Oh ... begitu Pa? Ntar ngobrolnya dilanjut lagi yah Pa.... aku mau lihat adik Ibrahim dulu. Gemes nih Pa ..."
Papa :"Iya ...silakan."

Wassalam,
Aisyah Nur Ihsan

Tidak ada komentar: