Selasa, 17 Juni 2008

Kilas Balik : Eyang Ti Datang ......



Hari ini, 15 Juni 2008, ibuku datang dari Mojokerto. Tak terasa, sudah +- 2 tahun yg lalu ibu terakhir datang ke Bekasi. Aisyah, Azizah & Ibrahim senang dikunjungi Yang Ti-nya… Aisyah & Azizah senang sekali, karena masing-masing mendapat oleh-oleh sepatu sandal. Sandal yang dibeliin oleh Yang Kumis-nya dari tempat beliau bekerja di Surabaya. Aisyah mendapat sandal warna kuning dengan motif barbie + ada hiasan kaca mata di atas sandalnya. Azizah mendapat warna merah menyala dengan model tikus di atasnya. Keduanya senang sekali. Sandal barunya dipakai terus sepanjang hari di dalam rumah. Bahkan mau tidur Azizah bilang dia takut kakinya kedinginan (maksudnya biar pake sandal terus meski di atas tempat tidur). He…3x… anakku ini lucu sekali, masya Allah.




Hari ini belum ada kegiatan membuat kue. Kegiatan yang sudah direncanakan jauh-2 hari sebelum ibu datang. Maklum, ibuku adalah ‘tukang jualan kue’. Dari mulai kami kecil dulu sampai sekarang, kegiatan yang tidak pernah lepas adalah membikin kue. Jadi, pantaslah aku kalau berguru pada beliau. Apalagi sekarang aku lagi senang-senangnya belajar bikin kue. Sehari gak ada kue buat cemilan di rumah, Aisyah & Azizah pasti akan nanyain. Untungnya hari ini masih ada sisa kue kering cokelat yang aku bikin kemarin lusa. Wah, ternyata gampang banget bikin kue kering. Modalnya sedikit, jadinya bisa banyak. Pantesan, tiap mau lebaran ibuku dibela-belain bikin kue sampai berpuluh-puluh kilo. Habis, untungnya itu loh, bisa balikin modal, bahkan lebih. Aku jadi menyesal, kenapa gak dari dulu-2 mencoba bisnis ini. He…3x… Maklum, sekarang, 2 anakku selalu pinginnya nyemil melulu. Jadi, kalau beli jadi di warung/toko, wah bisa habis banyak juga. Lagian kuenya itu-2 saja. Sampe aku sendiri bosan memilihnya.



Hari ini, Antok, adikku, datang dengan Alin, istrinya, plus Hanif, tentu saja. Keponakanku ini sudah mulai bisa berjalan. Duh, lucunya masya Allah. Kedatangannya tentu saja dalam rangka ingin ketemu sama ibu. Maklum, minggu pertama adalah giliran ibu nginap di rumahku. Minggu kedua baru rencana nginap di rumah Antok. Bagi-2 ceritanya.
Baik Hanif maupun Ibrahim, ini adalah kali pertama mereka bertatap muka dengan Yang Ti-nya. Wah, ibu jadi gendong sana gendong sini.
Si Hanif agak rewel hari ini. Mungkin karena dia baru pertama kali belajar memakai sepatu semenjak dia bisa berjalan. Sesuatu yang asing bagi telapak kakinya. Sepatu itu juga oleh-2 dari ibu yang dibelikan ayah. Kata Antok, semenjak memakai sepatu, Hanif tidak berani berjalan sendiri. Kakinya terpaku tidak bergerak. He...3x... akhirnya sang sepatu dilepas dulu, biar dia bisa jalan sana-sini...

Tadi sore, Aisyah sempat dipotong rambutnya oleh ibu. Ibuku ini punya multi talenta. Ya tukang kue, tukang jahit, tukang rias, tukang potong rambut, tukang jualan macam-2 barang, bahkan tukang mandiin jenazah, kalau ada tetangga/kerabat yang meninggal. Wah, semua diborong. Maklum, kesulitan & tuntutan ekonomi semenjak beliau remaja, apalagi sesudah punya anak, banyak andil dalam membuat ibu jadi seperti sekarang.

Besok, jadwal ibu ikut mengantar Aisyah sekolah, biar tahu dimana sekolah Aisyah.


Wassalaam,
Mama Aisyah

Tidak ada komentar: