Sabtu, 07 November 2009

Kisah Untuk Anak Muslim: Tiga Orang Yang Diseret Ke Neraka


Tiga Orang Yang Diseret Ke Neraka

Pada hari kiamat nanti dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam peperangan fii sabilillah. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya.

Selanjutnya dia ditanya, Apa yang telah engkau perbuat di dunia?
Ia menjawab, "Aku telah berperang demi Engkau (Allah) hingga aku terbunuh."
Allah berkata,"Bohong! Engkau berperang bukan karena Aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh."
Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.



Kemudian didatangkan orang yang kedua, yaitu seorang laki-laki yang sering membaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu, dan senantiasa mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain.

Lalu dia ditanya, "Apa yang telah engkau kerjakan?"
Dia menjawab,"Aku mempelajari berbagai ilmu dan mengajarkannya kembali kepada orang lain, dan aku juga sering membaca Al-Qur'an karena-Mu."
Allah menjawab, "Bohong! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al-Qur'anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan 'alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al-Qur'anmu juga bukan karena Aku, tetapi agar engkau diberi gelar Qori'. Itu telah engkau raih." Akhirnya ia juga diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.



Kemudian dihadirkan orang ketiga. Yaitu seorang laki-laki yang diberi kelapangan hidup dan berbagai jenis harta kekayaan. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya.

Lantas ia ditanya, "Apa yang telah engkau lakukan?"
Aku telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan yang Engkau sukai dan semuanya karena-Mu." jawabnya.
Allah berkata, "Bohong! Engkau melakukan itu agar dikatakan dermawan. Dan itu telah engkau peroleh."
Akhirnya dengan wajah tersungkur dia juga diseret ke neraka.



____________________________________________
(sumber:Hadist Abu Hurairah, riwayat Muslim No. 1905)
dikutip dari buku Kisah-kisah Pilihan Untuk Anak Muslim seri ke-1 diterbitkan oleh Darul Ilmi, Sleman Yogyakarta.

Demikianlah akibat dari amalan yang tidak ikhlas, pelakunya tidak mendapat manfaat dari amalannya bahkan mendapat adzab yang pedih. Oleh karena itu hendaknya kita menjaga amal agar selalu ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam

1 komentar:

AKU mengatakan...

berbuat apapun harus ikhlas... gak usah mikirkan imbalan apapun...

semoga tulisan ini dibaca dengan ikhlas juga...